Tuesday, September 25, 2007
Mawar Merah itu Belum Layu

Mawar Merah itu Belum Layu

Sayang,
Mawar merah itu belum layu…

Ada bekas percikan air dikelopaknya.
Pun ada percikan air mata dikelopak matamu.
Mawar merah itu tetap merah segar.
Pun pipi merahmu tetap merah segar.

Itu hanya seonggok mawar merah sayang…

Bukan,
Itu bukan hanya seonggok mawar merah
Itu bukan hanya seonggok mawar biasa
Sergahmu…

Benar,
Itu mawar istimewa.
Mawar yang tak pernah layu.
Setujumu…

Dan benar…
Mawar itu belum layu sayang…

Hingga kini,
Wangi semerbak dilelap mimpiku.
Menggugah risauku akan ada dirimu.
Kelopak bunganya masih saja segar
Sesegar kelopak matamu saat menangis…

Labels:

posted by adhi @ 9/25/2007 12:00:00 AM   3 comments
Tuesday, September 19, 2006
Sugeng Rawuh Sasi Ramadhan

Sugeng Rawuh Sasi Ramadhan.

- Marhaban Ya Ramadhan... -


Setahun kemarin, seisi jagat merasakan kehilangan.

Sebuah rasa kehilangan yang begitu teramat dahsyatnya.


Kehilangan senarai rasa Cinta, Kasih dan Sayangnya Allah Maha Agung.

Kehilangan senandung indah tadarus melantunkan ayat-Nya dari surau kecil.

Kehilangan nuansa damai dan penuh keindahan setelah Ramadhan berpamitan.

Kehilangan nurani yang tlah tertaut erat dan seakan tak bisa terpisahkan dengan-Nya.


Namun...

Sang Sya'ban perlahan beranjak pergi.

Saatnya menyambut kekasih yang dinanti.

Menyambut dengan Tawadu' dan rasa Cinta dihati.


Sajadah mulai merekah indah.

Mukena mulai terkena engkau Wanita.

Kerudung cantik mulai bernaung lentik.

Surau kecil mulai penuh gurau bocah mungil.


Mata senantiasa menemani tafakur diperduan malamku.

Hidung senantiasa menikmati ciumannya dialas sujudku.

Bibir senatiasa dibasahi dengan untaian dzikir kalimah suci.

Hati senantiasa tergetar pabila didengungkan asma Sang Maha Suci.

Jantung senantiasa berdetak mengikuti bulir tasbih melingkar di jemari.


Harap dan asa terukir dicadas hati yang sudah membatu.

Harap tak ingin Ramadhan pergi lagi.

Harap tak ingin Cinta Ilahi terhenti disini.

Asa ingin harap di ijabah.

Asa ingin kasih dan sayang terlimpah.


Sugeng Rawuh Sasi Ramadhan yang kuCinta.

Marhaban Ya Ramadhan...



Translate....

Sugeng : Selamat.

Rawuh : Datang.

Sasi : Bulan.

Ijabah : Terkabul.

Labels:

posted by adhi @ 9/19/2006 01:20:00 AM   2 comments
Sunday, September 03, 2006
Seperempat Abad di Muka Bumi, Saatnya tunggu Giliran Mati...

Seperempat Abad di Muka Bumi
Saatnya tunggu Giliran Mati...


Sudah seperempat abad aku dimuka bumi.

Aku bertanya kepada Bumi...

Apakah kau bosan dengan keberadaanku,

Ya aku bosan dengan keberadaanmu diatas punggungku.

Kau hanya mampu berpijak dan menginjak,

Tak mampu menguak dan menyeruak.

Kuak dan seruakan segala keindahan dan kebajikanku,

Kuak dan seruakan segala kemahadahsyatan karunia-Nya.

Sudah seperempat abad aku dimuka bumi.

Aku bertanya kepada Langit...

Apakah kau bosan dengan keberadaanku,

Ya aku bosan dengan keberadaanmu dibawah naunganku.

Kau hanya mampu berlindung dan berteduh,

Tak mampu menggaung dan mengunduh.

Gaung dan unduhlah segala keelokan dan kebijakanku.

Gaung dan unduhlah segala kemahaagungan anugerah-Nya.

Bumi dan Langit pun berucap...

Kau sudah terlalu lama diatas punggung bumi

Kau sudah terlalu lama dibawah naungan langit.

Sekarang...

Saatnya tunggu giliranmu akan kehadiran mati.

Seperempat abad dimuka bumi.

Apakah seperempat abad lagi aku masih berpijak dibumi.

Ataukah tinggal seperempat tahun lagi waktuku.

Ataukah tinggal seperempat bulan lagi waktuku.

Ataukah tinggal seperempat hari lagi...

Ataukah tinggal seperempat jam lagi...

Atau bahkan seperempat menit lagi...

Bahkan pula tinggal seperempat detik lagi...

Akan aku turuti nasehat Bumi.

Akan aku turuti petuah Langit.

Setelah itu biarkan aku mati...

Setelah itu biarkan aku mati...

Setelah itu biarkan aku mati...

Labels: ,

posted by adhi @ 9/03/2006 04:53:00 PM   0 comments
Sunday, July 09, 2006
Cinta adalah...

Cinta adalah...

Cinta adalah...

Mawar yang terbuang

Demi samar sang Bintang.

Cinta adalah...

Ketulusan menghempas sang Mawar

Yang Merona didepan Mata

Namun menusuk duri dihati.

Menggoda warna merah jingga

Habis dipetik layu jua.

Cinta adalah...

Ketulusan memetik sang bintang

Bersinar saat semesta gulita.

Menebar cahaya tak pandang siapa

Meski redup tak sanggup

Awan kelabu tuk menutup.

Labels:

posted by adhi @ 7/09/2006 08:52:00 PM   0 comments
 
About Me


Name: adhi
Home:
About Me:
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links
Template by
Free Blogger Templates