
Mawar Merah itu Belum Layu
Sayang, Mawar merah itu belum layu…
Ada bekas percikan air dikelopaknya. Pun ada percikan air mata dikelopak matamu. Mawar merah itu tetap merah segar. Pun pipi merahmu tetap merah segar.
Itu hanya seonggok mawar merah sayang…
Bukan, Itu bukan hanya seonggok mawar merah Itu bukan hanya seonggok mawar biasa Sergahmu…
Benar, Itu mawar istimewa. Mawar yang tak pernah layu. Setujumu…
Dan benar… Mawar itu belum layu sayang…
Hingga kini, Wangi semerbak dilelap mimpiku. Menggugah risauku akan ada dirimu. Kelopak bunganya masih saja segar Sesegar kelopak matamu saat menangis…
Labels: Puisi |
ehm ehm... mawarnya buat sapa di?