Monday, November 19, 2007
Sendiko Dawuh...!
Sendiko Dawuh...!

Sendiko Dawuh...! Ndoro Kanjeng Juragan...! Sendiko Dawuh dalam masyarakat Jawa dikenal sebagai sebuah kata yang diungkapkan oleh seorang bawahan dalam menuruti perintah atasan. Sendiko Dawuh yang berarti kurang lebih bermakna "Iya, bersedia...". Bawahan, Abdi, Jongos, atau Babu berkisar dalam lingkaran Sendiko Dawuh...! Hanya mampu Sendiko Dawuh...! pada Ndoro, Kanjeng, atau Juragannya.

Seorang prajurit mengenal istilah yang sama dengan Siap Komandan...! Perintah atasan dalam hal ini Komandan adalah harga mati, tidak bisa ditawar, bahkan ditolak. Seorang teman saat ditanya kapan akan pulang mudik Idul Fitri 1428 Hijriah kemarin, dia menjawab, "Hanya Tuhan dan Komandan yang tahu..." Apakah kedudukan Komandan linier dengan Tuhan? Terserah kita memposisikannya.!

Taklid seorang Santri kepada Kiainya adalah wajah lain dari Sendiko Dawuh...! Tak hanya Santri yang taklid ke Kiai. Kiai pun bisa taklid ke Sesepuhnya. Seperti halnya seorang Gus Dur -mantan Presiden RI- yang taklid ke para Sesepuhnya. Beliau mau jadi Presiden kalau diperintah oleh lima orang Sesepuhnya. Baik saat terpilih menjadi Presiden lewat Pemilu tahun 1999 atau pun Pemilu tahun 2009 yang akan datang, beliau mesti menunggu restu dari lima kiai sepuh. Itulah budaya yang mengakar dilingkungan pesantren tanah air.

"Saya hidup dilingkungan pesantren Mas, saya dididik untuk taat pada Kiai saya," jawab Gus Dur saat ditanya soal ketaatannya pada Kiai sepuh di acara talkshow Kick Andy. "Bahkan disuruh masuk sumur pun Gus Dur mau?" tanya Andy F. Noya. "Iya, saya mau," jawab Gus Dur singkat. Itulah taklid !

Sendiko dawuh...! Siap Komandan...! atau pun Taklid adalah wajah ketaatan kita. Taat merupakan wajah lain dari taqwa. Posisi taqwa -kepada Tuhan- ada diurutan berapa?. Aku masih bertanya-tanya pada diriku sendiri. Karena aku masih seorang Jongos, Prajurit, dan Santri. Aku belum mencapai derajat hamba Tuhan. Lagi-lagi aku hanyalah seorang Jongos, Prajurit, dan Santri yang hanya mampu tunduk pada titah manusia.

Aku belum mampu Sendiko Dawuh secara kaffah pada Gusti Pangeran-Tuhan-ku.

Labels: ,

posted by adhi @ 11/19/2007 12:38:00 PM   9 comments
Wednesday, October 03, 2007
Mudik = Kembali ke Udik
Mudik = Kembali ke Udik

Pemerintah Indonesia akhirnya memperpanjang cuti bersama pada 12-19 Oktober 2007, sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 Hijriah, 13-14 Oktober 2007. Lho koq... Pemerintah tiru-tiru aku. Hehehe...

Pemerintah baru menetapkan cuti bersama itu Senin (1/10), sedangkan aku sudah menetapkan cuti sendiri -bukan bersama atau bareng-bareng- itu dari tanggal 18 September 2007 lalu. Dan Alhamdulillah cuti tersebut sudah di ACC oleh Bos. Sedangkan tetangga sebelah sangat sulit memperoleh ACC tersebut.

Cuti Idul Fitri berarti Mudik. Mudik berarti kembali ke udik. Udik berarti kampung. Yaaa... Aku pulang kampung... Aku pulang ke Kampung Bonek tercinta. Aku bakal kembali menjadi hitam legam lagi, kembali kucel lagi, setiap hari berteman dengan panasnya kota pesisir laut itu. Beda dengan kota ini yang membuatku tambah putih bersih dan tambah endut.

Banyak kemudahan diberikan oleh-Nya setiap aku ambil cuti. Cuti sebenarnya mulai tanggal 12 Oktober 2007, berhubung bisa tukar shift jadi bisa berangkat mudik tanggal 11 Oktober 2007. Kereta Turangga keberangkatan pukul 19.00 wib yang bakal mengantarkan pulang kampung. Tiket Kereta pun nggak perlu aku peroleh dengan antre berlama-lama di stasiun, tinggal nitip ke teman yang punya koneksi dengan Humas PT KA, tiket pergi pun sudah terbeli. Matur nuwun Cak...!!! Tiket untuk pulang (balik ke Bandung) tanggal 19 Oktober pun tinggal kontak kakak ipar di Surabaya. Esok harinya dering handphone mengabarkan kalau tiket sudah terbeli, dengan kereta yang sama dan harga tiket yang sama pula. Matur nuwun Cak...!!!

Cuti lebaran ini ada satu momen yang sangat aku nantikan. Sungkem ke Bapak tercinta, ziarah ke makam Emak tercinta, dan cium tangan Kakak-kakak tersayang. Hidup ini serasa lengkap sudah. Tak ketinggalan, saat itu aku bisa bercengkrama dengan semua keponakanku. Yang bikin pusing bin puyeng, dompetku bakal terkuras habis buat angpau mereka. Yach, risiko punya banyak keponakan. Hehehe...

Semoga cuti kali ini diberikan kelancaran dan tidak ada halangan seperti halnya cuti terdahulu. Semoga kereta yang aku tumpangi nggak anjlok. Hehehe... "Tapi aku berharap keretane anjlok Di. Khan iso langsung tak liput," kata temenku yang berharap kereta yang ditumpanginya anjlok saat pulang dari Yogya bulan lalu . Dasar otak wartawan, isine pengen liputan terus.....


Selamat cuti buat yang cuti... Selamat merayakan Idul Fitri di kampung halaman tercinta...

Labels: ,

posted by adhi @ 10/03/2007 04:29:00 AM   4 comments
Monday, August 27, 2007
Ode to My Family
Ode to My Family

Senin (27/8), pukul 14.45, saat masuk kantor, dimeja ada sebungkus paket berwarna cokelat. Dibagian depan paket tertulis Kepada Yth. Om Adi Wiyono, dari Isnul dan Haqqi. Wah, sebuah paket dari keponakan tersayang di Surabaya. Aku menduga dan pasti benar dugaanku, ini pasti paketan hadiah buatku. Benar-benar diluar dugaan, seorang Om dikasih hadiah oleh para keponakannya. He-he-he....

Pertama dibuka, terlihat sebuah bola sepak, sebuah peluit kecil dan sebuah foto. Didalamnya terselip sebuah surat yang ditulis oleh Haqqi [Ahmad Nahrul Baihaqqi], anak pertama dari Kakak nomor dua. "Selamat Ulang tahun yang ke-26 semoga panjang umur, semoga banyak rezeki. Kalau rezekinya banyak jangan lupa sama Haqqi. Om, sorri Haqqi cuma bisa ngasih bola, Icha ngasih peluit. Sori ya bolanya nggak beli maklum lagi nggak punya uang (bokek). Semoga Om Adi seneng menerima hadiah ini. Om, kalau sudah nyampek kasih kabar ya."

Mereka paham betul kalau sampai sekarang aku masih suka sepakbola. Maka dihadiahilah aku sebuah bola sepak plus peluit. Bola sepak bermerk Gillette yang dikatakan nggak beli adalah sebuah bola sepak souvenir Gillette dari Ayah Haqqi yang seorang marketing Gillette. Yang paling membuat aku tertawa dan rindu akan rumah adalah sebuah foto keponakanku yang biasa dipanggil Icha. Icha [Nabila Rasya Kanahaya], anak kedua dari kakak nomor dua berpose dan berkostum ala Mbok Jamu saat akan mengikuti karnaval 17 Agustus-an di kampung. Imut dan lucu banget.... He-he-he...

Ternyata, ada satu bungkus lagi yang lebih kecil. Didalamnya juga terselip surat yang ditulis oleh Isnul [Isnul Rahmawati Diniasih], anak pertama dari kakak nomor tiga. "Selamat Ulang tahun Om Adi. Semoga panjang umur sehat selalu dan tak lupa banyak rezeki [dan jangan lupa bagi-bagi sama Isnul rezekinya]. Om ini ada kado dari Isnul dan Agis kaos kaki untuk kerja dan sepakbola, biasanya kan kaos kaki Om Adi bolong."

Agis [Muhammad Agis Insyaful Rahmad], anak kedua dari kakak nomor dua, terakhir aku denger kabar kalau dia meraih juara I dibeberapa lomba di TK Ujung Galuh tempat dia sekolah. Isnul, tahu benar kalau aku sering memakai kaos kaki bolong. Dia pandai mengaji juga menulis huruf arab, terlihat dari surat yang dia buat diawali dan diakhiri dengan salam dalam bentuk tulisan arab. Maklum, bapaknya adalah seorang alim.

Bentuk perhatian dan cinta yang ditunjukkan para keponakanku sangatlah bernilai melebihi berjuta uang sekalipun. Hadiah itu tak bernilai secara materi namun sangat bernilai secara batin dan rohani. Layaknya segelas dopping yang mampu memompa semangatku lagi untuk terus melangkah dan berjuang. Dulu, mereka sering aku lupakan demi menomor satukan orang lain. Namun, dari dulu sampai sekarang, waktu aku "terjatuh" ataupun sudah "bangun", mereka tetep setia dengan senyum manisnya.

Keluarga dan keponakanku yang mencintaiku, aku juga mencintai kalian semua. Semoga Allah S.W.T selalu memberikan rahmat dan hidayah-Nya bagi kalian. Semoga diberikan kesehatan, keceriaan dan kerukunan didalam keluarga. Semoga diberi jalan yang terbaik bagi Allah untuk perjalanan masa depan kalian nanti. Semoga kalian menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada Agama, Orangtua dan Negara. Semoga diberikan kepandaian dan kejujuran. Aammiiiinn....

Aku rindu canda tawa dan senyum ceria atau tangis manis keponakan tercinta.... Aku ingin pulang dan memeluk kalian....
I Love You All......

Labels:

posted by adhi @ 8/27/2007 08:07:00 PM   2 comments
Wednesday, August 01, 2007
Kemampuan Memilih

Dikutip dari Milist Inspirasi Indonesia

Kemampuan Memilih

Dicky adalah manajer sebuah restoran. Ia selalu dalam keadaan bugar secara emosional. Ketika seseorang bertanya tentang kabar atau keadaannya, ia selalu menjawab dengan gembira, "Jika saya bisa lebih baik, saya pastilah kembar!".
Sejumlah pegawai restoran akan berhenti dari tempat kerjanya saat Dicky memutuskan pindah, agar mereka dapat ikut bekerja lagi bersama Dicky di restoran yang baru. Mengapa?
Sebab Dicky adalah motivator yang handal. Jika seorang pegawai mengeluh tentang hidupnya, Dicky selalu bersedia mendengarkan, dan kemudian mengajak pegawai tersebut melihat situasi yang dialaminya dari sisi yang positif.
Melihat caranya yang demikian membuat saya sangat ingin tahu, sehingga suatu hari saya menemuinya dan bertanya langsung padanya: "Saya tak mengerti! Tidak seorang pun yang pernah saya kenal bisa bertindak selalu positif seperti Anda. Bagaimana Anda bisa demikian positif terhadap segala sesuatu?"
Dicky menjawab, "Setiap pagi saya bangun dan berkata pada diri sendiri, saya punya dua pilihan hari ini. Saya bisa memilih untuk merasa baik ATAU merasa buruk hari ini. Saya selalu memilih untuk merasa baik. Setiap kali ada hal buruk yang terjadi, saya masih bisa memilih merasa menjadi korban ATAU memilih untuk menarik pelajaran dari hal-hal tersebut. Saya selalu memilih untuk menarik pelajaran dari kejadian seburuk apapun. Setiap kali seseorang datang untuk mengeluh pada saya, saya bisa memilih untuk menerima keluhan mereka ATAU mencari sisi positif dari keluhan tersebut. Dan saya selalu memilih untuk mencari sisi positifnya.”
"Tapi pastilah tidak selalu semudah itu,“ bantah saya. "Ya semudah itu," kata Dicky. "Hidup adalah soal pilihan-pilihan. Ketika Anda melihat semuanya dengan jernih, setiap situasi adalah sebuah pilihan. Anda memilih bagaimana merespons sebuah situasi. Anda memilih bagaimana orang lain mempengaruhi suasana hati Anda. Anda memilih untuk merasa baik atau merasa malang. Andalah yang memilih bagaimana menjalankan hidup Anda sendiri”.
Beberapa tahun kemudian, saya mendengar kabar bahwa Dicky secara tak sengaja melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh siapa pun yang mengelola bisnis restoran. Ia meninggalkan pintu belakang restorannya terbuka tak terkunci.
Lalu?
Pagi harinya ia dirampok oleh tiga orang bersenjata. Mereka menginginkan semua uang yang dimilikinya. Ketika Dicky mencoba membuka safe deposit box-nya, tangannya gemetar karena gugup, sehingga ia tak bisa memutar kombinasi yang tepat. Para perampok menjadi panik dan menembaknya sebelum kabur.
Untunglah, Dicky cepat ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah 18 jam operasi dan berminggu-minggu perawatan intensif, Dicky akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit dengan sejumlah pecahan peluru masih tertinggal dalam tubuhnya.
Saya bertemu lagi dengan Dicky sekitar 6 bulan setelah kejadian tersebut. Dan ketika saya menanyakan keadaannya, ia menjawab, "Jika saya bisa lebih baik, saya pastilah kembar. Mau lihat bekas lukanya?"
Saya menolak melihatnya, tetapi bertanya apa yang ada dibenaknya ketika perampokan berlangsung. "Hal pertama yang melintas dalam pikiran adalah saya seharusnya mengunci pintu belakang," jawab Dicky. "Lalu, setelah ditembak, saya terbaring dilantai, saya ingat bahwa saya memiliki dua pilihan: saya bisa memilih untuk mencoba bertahan hidup ATAU memilih mati. Saya memilih tetap hidup."
"Apakah Anda tidak merasa takut?“ tanya saya. Dicky meneruskan, “Paramedis sungguh luar biasa. Mereka mengatakan bahwa saya pasti bisa diselamatkan. Namun ketika mereka mendorong saya ke ICU dan saya melihat ekspresi wajah para dokter dan perawat, saya benar-benar menjadi takut. Dari sorot mata mereka, saya membaca ‘orang ini akan mati’. Saat itu saya tahu saya harus melakukan sesuatu.”
"Apa yang Anda lakukan?" tanya saya. "Nah, ada seorang perawat yang bertanya kepada saya," kata Dicky. "Ia bertanya apakah saya alergi terhadap sesuatu." “Ya,” jawab saya.
Para dokter dan perawat berhenti bekerja dan menunggu penjelasan saya lebih jauh. Saya menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Saya alergi peluru! Tolong keluarkan peluru itu dari tubuh saya'. Itu membuat mereka tertawa. Ditengah tawa mereka, saya berkata, 'Saya memilih untuk hidup. Tolong operasi saya seperti orang yang ingin tetap hidup, bukan seperti orang yang akan mati’.

Dicky bertahan hidup karena kemampuan para dokter yang menangani operasinya, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan.

Saya belajar darinya bahwa setiap hari Anda punya pilihan untuk menikmati hidup Anda atau membencinya dengan alasan apapun. Hal satu-satunya yang merupakan milik Anda---sesuatu yang tidak bisa dikendalikan atau diambil dari diri Anda---adalah sikap pribadi Anda. Dan jika Anda menjaga sikap Anda tetap positif, maka hal apapun yang lain dalam hidup ini akan menjadi lebih mudah untuk dihadapi.

Tidak jelas apakah kisah Dicky di atas berasal dari kisah nyata atau rekaan para penganut positive mental attitude. Namun satu hal jelas bagi saya bahwa ada sebuah wilayah dalam diri setiap manusia yang memang tak bisa dipaksa oleh apapun atau oleh siapapun secara mutlak. Dalam wilayah itu, terdapat potensi kemampuan untuk memilih secara relatif bebas. Kita bebas memilih apa yang ingin kita pikirkan, apa yang ingin kita rasakan, apa yang ingin kita katakan, dan apa yang ingin kita lakukan terhadap situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kemampuan untuk secara relatif bebas memilih sikap pribadi ada pada kita, ada di dalam diri kita. Kemampuan untuk bisa memilih secara bebas bahkan menjadi salah satu ciri pokok dari keadaan kita sebagai manusia. Kita bukan mesin komputer yang harus menerima diprogram apa saja tanpa bisa menolak sedikitpun. Kita justru adalah pencipta komputer, pencipta program-program yang bisa menganalisis baik-buruknya sebuah program. Kita diberi kemampuan untuk menciptakan sejumlah hal berdasarkan bahan baku yang telah lebih dulu diciptakan Tuhan, Sang Maha Pencipta.

*Andrias Harefa

Have a positive day!
Salam Inspirasi,
Mohamad Yunus HR & Training
Manager PT Widatra Bhakti
"You create your own reality"

Labels: ,

posted by adhi @ 8/01/2007 08:43:00 PM   1 comments
Monday, July 23, 2007
Cintai Sekadarnya Saja


Wisdom Of The Day

"Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya saja; siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kaubenci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya saja; siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan menjadi orang yang kaucintai." (Imam Ali R.A.)

"Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya saja; siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik mencintai orang lain." (Adi Wiyono)

Halah.... Pengalaman Pribadi.... He-he-he.....

Labels: ,

posted by adhi @ 7/23/2007 11:15:00 PM   0 comments
Thursday, July 19, 2007
"Dunia Bola" Ku... Part II

"Dunia Bola" Ku... Part II


"Sebelumnya turut berduka cita atas kekalahan Timnas Indonesia lawan Timnas Korea Selatan hingga menyebabkan tidak lolos ke putaran selanjutnya di Piala Asia 2007"

Melanjutkan postingan sebelumnya soal "Dunia Bola" Ku... Part I, selintas pengen berbagi cerita lagi soal kecanduanku dengan olahraga yang namanya Sepakbola. Ingin berbagi meski yang aku punya tidaklah berlebih dan istimewa. Ingin berbagi hanya didorong oleh rasa ingin berbagi atas kenikamatan dan keasyikan yang bisa didapatkan dari Sepakbola.

Selepas lulus dari kelas VI SDN Wonokusumo VI/46 riwayat pendidikan berlanjut ke SMP Negeri 27 Surabaya. SMP Tambak, itulah julukan yang lazim diberikan oleh warga sekitar rumah dan sekolahku itu. Memang cocok dan benar adanya julukan itu ditujukan bagi sebuah Sekolah Menengah Pertama yang berlokasi di wilayah Wonosari Besar Ujung Surabaya. Wilayah yang terkenal dengan kompleks Perumahan Angkatan Lautnya dan berdampingan persis dengan petak-petak tambak ikan.

Udara bercampur bau amis ikan dan terik matahari menjadi langit-langit yang akrab. Saban hari dua hal itu tak pernah lepas menggelayut mesra menggandeng keceriaan siswa sekolah itu. Semilir angin yang bercampur butiran halus garam melekat erat dikulit-kulit anak manusia disana, tak ayal hal itu mampu membuat kebanyakan kulit mereka "mbesisik" persis kulit ular.

Kembali ke Bola...

Rutinitas setiap hari dilewati dengan bangun pagi dan masuk sekolah jam 6 pagi. Sebenarnya bukan masuk sekolah, namun masuk les harian. Karena bel sekolah yang syah berdentang tepat jam 7 pagi. Rutinitas tak ayal menghadirkan jenuh dan kebosanan. Jenuh dan kebosanan mendadak pecah saat seorang teman membawa sebuah bola plastik masuk keruang kelas sebelum les dimulai. Didalam kelas, empat atau lima orang dari kami yang duduk di kelas I B mulai coba-coba "nakal". Kita bermain "Juggling" didepan kelas, tepatnya dekat area papan tulis. Tak hirau kegaduhan dan keberisikan yang kami buat itu akan mengganggu teman lain yang memang benar-benar berniat menunggu guru les masuk. Atau memang cuek dengan kelas lain yang sudah memulai les. Sungguh benar-benar egois demi sebuah kesenangan... Hehehe..

Ironis, saatnya guru les yang ditunggu-tunggu tidak hadir dikelas seharusnya merasa kecewa. Namun, saat itu yang memang benar-benar "gila bola" malah bersuka cita. Berlarian menuju tanah lapang yang biasanya memang digunakan untuk Sepakbola. Tanah lapang yang hanya terdiri dari tanah tandus tanpa rumput dan berdebu. Disana bertarung dua kubu yang ingin disebut sebagai pemenang.

"Tiang gawang puing-puing sisa bangunan yang tergusur..." itu sebait lirik lagu Bang Iwan Fals yang berjudul Mereka Ada di Jalan. Memang lagu itu mewakili keadaan saat itu, tiang gawang memang kami buat dari puing-puing bangunan. Bahkan kadangkala dua sepeda "Onthel" kita ambil dari parkiran hanya sekadar untuk tiang gawang. Setengah jam atau pas satu jam bermain, jam menunjukkan pukul 7 yang memaksa diri untuk masuk keruang kelas. Badan bau kecut karena keringat teman setia saat belajar. Sringkali kalau sempat, sebelum masuk kelas kami bergiliran antre mandi di kamar mandi sekolah. Itupun kalau sempat... Banyak tidak sempatnya dalam sejarah per-sepakbola-an sekolah itu.... Hehehe....

Jam istirahat tak terasa sudah singgah, bel pun meraung keras menghampiri tiap telinga penghuni kelas. Lagi-lagi, "Gibol" sekolah itu serentak melangkahkan kaki menuju lapangan. Diawali dengan bemain "gak jelas", ada yang berlatih "shooting" ke gawang, ada yang serius maen "kucing-kucingan", ada yang bercinta dengan "Juggling"nya. Banyak yang "gila" saat itu. Setelah ketidak jelasan itu berakhir, saatnya pertarungan dimulai. Adat yang berlaku adalah pertandingan adu gengsi antar kelas pun digelar. Tak ayal banyak penonton memenuhi pinggir lapangan. Pertandingan sampai pada titik akhir, ada yang menang dan ada yang menangis.
Selanjutnya, menuntut ilmu pun dilanjutkan kembali. Tak terasa pula dentang bel pulang kembali menggema. Ada yang langsung pulang rumah, ada yang dijemput orangtuanya, ada yang berjalan ramai-ramai pulang bareng, ada yang singgah diwarung-warung "gak jelas" dekat sekolah. Dan ada pula yang meneruskan ke"gila"annya. The Show must go on.....

Lapangan dipijak lagi oleh mereka yang belum puas dengan kenikmatan sebelumnya memainkan si kulit bundar. Seperti sebelumnya, ada yang bermain "gak jelas' dan ada yang memang sedang bertanding. Meneruskan pertandingan yang belum usai atau memulai pertandingan baru lagi.

Itulah keseharian dan kebiasaan maniak-maniak bola SMPN 27 Surabaya saat itu. Tapi belum selesai sampai disitu. Biasanya hari Jum'at ada kebiasaan tidak seperti hari biasanya. Sebelum sholat Jum'at dimulai ada sebuah kebiasaan buruk, para maniak bola sengaja bermain atau sekadar "Juggling" dihalaman Masjid yang berumput tebal itu.

Dan, setelah pulang sekolah ada rasa untuk tidak ingin berlama-lama dirumah. Sekitar jam 3 sore biasanya ada enam sampai delapan teman yang sengaja menitipkan sepeda "onthel"nya dirumahku. Dari rumah yang berjarak sekitar dua kilo ke sekolah, sekumpulan bocah SMP berlari-lari kecil alias "Jogging" menuju sekolah. Tiap hari Jumat sore ada les olahraga dan kegiatan Pramuka. Sebagian dari kami memilih les olahraga.

Les olahraga yang membosankan dengan pelajaran bola voli dan bola basket akhirnya selesai. Waktunya berpeluh keringat dilapangan sepakbola dimulai lagi. Sekitar dua jam berbasah-basah dengan keringat dan ber"cumbu" dengan bola, langit sudah menampakan sore tiba. Kumpulan bocah beranjak pulang sebelum Maghrib menjelang. Kembali, bocah-bocah itu berlari-lari kecil menuju kandang. Esok jumpa lagi teman.....

I will be Back............

Labels:

posted by adhi @ 7/19/2007 02:20:00 AM   2 comments
Monday, May 14, 2007
Akhire cuti Cuk.....


Akhire Cuti Cuk......

Akhire iso cuti Cuk....!!! Alhamdulillah.... : ) Wah...mari misuh2 koq ngucap Alhamdulillah....???? Arep gak misuh2 yo' opo.... wong form cuti pertama ditolak karo Bos DMU. Alasannya gak boleh ambil cuti lompat2 pas ada hari libur nasionalnya. Tapi akhire di ACC juga meski dengan form baru dan tanggal cuti yang baru juga. Yo sukur Alhamdulillah....

Padahal itu sebuah strategi supaya cuti bisa lebih panjang dari yang tertulis di form. Strateginya ikutan Gus Faiq yang rencananya ambil cuti dari tanggal 29 Mei sampai 5 Juni 2007. Dengan begitu cuti yang secara formal terhitung 6 Hari bisa membengkak jadi 8 Hari. Untung khan... He-he-he... Kenapa terhitung 6 hari saja...??? Karena pas tanggal 31 Mei dan 2 Juni terhitung libur, soale Koran edisi Jawa Barat tanggal 1 dan 3 Juni gak terbit, melu prei-an : ) Harapan bisa bareng naik pesawat ning Suroboyo bakal gak kesampaian, maklum wong Ndeso arep belajar numpak pesawat.. He-he-he...

Tapi aku durung nyerah, hampir dua minggu mikir strategi sing anyar. Meski ujung2nya ditanyain ama Bos... "Di, jadi kapan kamu ambil cuti...???". Aku jawab seadanya, "masih nunggu kepastian temen Kang... katanya mau janjian pulang Surabaya bareng2..". Dalam hati bertanya2... Kang DMU kenapa ya tadi tanya2..??? Mau mastiin ke kantor Jakarta nyariin penggantiku selama aku cuti, atau... dia berpikir klo aku ngambek gak jadi cuti karna form pertama gak dia ACC.. He-he-he... "Isone koq Su'udzon.... mendingan HUSNA'dzon.." begitu kata2 yang aku kutip dari Neni...

Strategi baru wis ketemu... di form aku tulis cuti dari tanggal 27,28,29,30 Mei dan 1 Juni 2007. Tanggal 31 Mei dan 2 Juni gak aku tulis karna kantor libur. Dengan begitu cuti bisa 8 hari juga meski tertulis cuman 5 hari. Koq bisa....??? Sabtu (26/05) khan kantor libur, jadi bisa pulang Jum'at (25/05) malam. Bonus sehari.... Kamis (31/05) juga libur, Bonus dua hari... Sabtu (02/06) libur juga, bonus tiga hari... He-he-he... Lebih untung... form pertama, cuti 6 hari dapet 8 hari... form kedua, cuti 5 hari dapetnya sama 8 hari...

Walau dengan sedikit intimidasi ke Bos : ) dengan langsung nyamperin beliau ke mejanya. Aku langsung "to the point" mau cuti dari tanggal sekian hingga sekian, dan menyampaikan beberapa alasan yang menguatkan. Akhirnya bos DMU teken juga di form cuti itu... He-he-he...


Banyak "program" melintas yang menjadi agenda selama cuti nanti. Diantaranya ambil komputerku di bekas rental-an dulu. Komputer itu rencananya akan aku serviskan dulu lalu kuperuntukan buat Kakak dan keponakan di rumah. Lalu ada rencana mau beli buku Karya Gus Mus di Rungkut Asri Surabaya. Lanjut, diminta Waty [Nur Rochmawaty] temen SMA, untuk mampir ke kantor dia di Lawang - Malang, tepatnya di RSJ [Rumah Sakit Jiwa] Lawang tempat dia berdinas sebagai PNS disana. Lalu, ketemuan dan kangen2an : ) [kaya' kangen2an ama someone aja] ama Intan n Angger yang mantan temen kerja di Pizza Hut dulu. Ngajak Indro "Klowor" dan Ari'awan nongkrong n ngopi di Karang Menjangan atau di Manyar. Juga, ke Banyuwangi, ke rumah Nanang temen SMU yang April kemarin nikah aku gak bisa datang. Dan masih banyak lagi...

Semoga cuti nanti tidak ada satu halangan dan diberi kelancaran menindak lanjuti "program" yang sudah diagendakan... : ) [Halah... koyo' pejabat wae....]

Ps : Buat Gus Faiq... Selamat...!!! Cuti kamu belum di ACC Bos DMU... He-he-he...

See Also :[Multiply Blog] and [Friendster Blog]

Labels:

posted by adhi @ 5/14/2007 10:47:00 PM   1 comments
Thursday, March 15, 2007
"Dunia Bola" Ku... Part I

"Dunia Bola" Ku... Part I

Teringat kembali saat kelas 6 SD. Saat itu mata pelajaran Olahraga Sepakbola diajarkan oleh Pak Sur, guru olahraga yang terkenal berkarakter kalem. Murid2 kelas 6-B SDN Wonokusumo VI/45 diajak ke lapangan yang berjuluk "gudang peluru", karena lapangan tersebut memang bekas gudang peluru yang letaknya di komplek perumahan Angkatan Laut, Wonosari Besar Ujung, Surabaya.

Setelah cukup melakukan pemanasan, beliau membagi murid laki-laki kelas 6-B dalam dua kelompok. Setelah komposisi tim pas dan berimbang kami dikomando untuk bertanding. Berhubung saat itu nggak ahli dan nggak suka sama yang namanya Sepakbola, jadi...maen ya sebisanya dan hanya jadi seorang "Back".
Tim lawan dimotori pemain2 tangguh dan bagus. Dengan penyerangnya bernama Sugeng yang dikenal sebagai anggota Pencak Silat dan lihai dalam Sepakbola. Ya... seorang yang bernama Sugeng inilah yang membuat aku terkapar dan hampir tidak sadarkan diri . Tendangan keras yang dilancarkannya saat menyerang tim kami gagal bersarang ke gawang. Namun, bola liar itu malah mengenai mukaku. Walhasil mukaku langsung terasa bengkak, pusing dan memerah.
Untung, Pak Sur segera menolong meng-kompres mukaku dengan sebatang es batu. Di pinggir lapangan sambil menahan rasa sakit aku nikmati pertandingan saat itu yang berlangsung seru dan ketat. Dan pertandingan akhirnya selesai juga, kemenangan ada di tim lawan yang memang lebih jago.
Sepulang dari pertandingan itu aku bertekad belajar Sepakbola supaya nggak dibikin malu lagi. Segera saja aku beli sebuah bola sepak di toko kelontong milik tetangga. Tahap awal aku coba berlatih "pass" dengan menendang bola kearah tembok dan melakukan kontrol saat bola mental balik. Beberapa hari kemudian baru belajar "Dribling" bola. Permukaan jalan yang berupa beton itu aku buat belajar "dribling" kesana-kemari sampai berkeringat. Setalah cukup menguasai akhirnya belajar "Juggling" alias "menimang-nimang" bola dengan kedua kaki.
Setelah beberapa bulan dan merasa cukup mampu, akhirnya berani juga aku ikutan maen bareng teman2 yang sudah pada jago. Dan akhirnya pula... nggak malu-maluin lagi...he..he..he..Meski tetep maen sebagai seorang "back".

And I'll be Back in Part II...

See Also :[Multiply Blog] and [Friendster Blog]

Labels:

posted by adhi @ 3/15/2007 01:21:00 AM   0 comments
Saturday, November 18, 2006
"Tetap Semangat dan Teguhkan Hati..."
"Tetap Semangat dan Teguhkan Hati di Setiap Hari Sampai Nanti Sampai Mati..."

Sebait lirik bagus dari sebuah Band asal Kota Gudeg Yogya...
Namun... sepertinya lirik itu hanya singgah dibibir saja untuk aku dendangkan. Saat ini, nggak ada motivasi untuk tetap semangat lagi....

"SEMANGAT Terus yach....." Secuil SMS dari teman yang mencoba membangun motivasiku.
Namun...seperti halnya lirik dari LETTO tadi.... nggak ada efek blass...
Tapi demi menghargai SMS dari temen.. aku bales aja... "SEMANGAT 45 Dunk..."


Putaran roda hidup terus bergulir seirama detak jam. Seiring detak jam pula aku mencoba untuk hidup. Dan sama halnya detak yang konstan dan tidak berubah ritmenya, aku pula demikian. Setiap hari ritmenya stagnan, standart, lempeng-lempeng aja....

Motivasi biasanya timbul dari sebuah kenyamanan bathin, kesetiaan seorang teman, dan kehangatan sebuah keluarga. Akan tetapi saat ini hal-hal itu sulit untuk aku dapatkan.

Kenyamanan bathin sangatlah relatif untuk saat ini... Dibilang nyaman karena kerja sudah bener dengan segala kenikmatannnya. Tapi itu belum tentu 100% membuat aku nyaman, "sudah bener" bagiku dalam hal status belumlah bener dan itu membuat sedikit was-was dan belum nyaman.

"Status".... yach...status honorer dan masih menunggu apakah diangkat atau dirumahkan itulah status yang membuat kepalaku mumet...

Nasib teman seperjuangan dikota asal layaklah jadi sebuah contoh yang sangat tidak mengenakan terkait dengan sebuah "status". Status sebagai tenaga outsourching menjadikan mereka bertiga bernasib kurang baik. Di awal tahun nanti mereka sudah tidak bisa menempati posisi di pekerjaannya, sehingga mewajibkan mereka untuk mencari sesuap nasi ditempat lain yang belum jelas dimana.

Tapi bagaimana pun juga inilah nikmat yang saat ini diberikan oleh Tuhan-ku.....
Aku tetap bersyukur akan nikmat ini, orang lain mungkin belum tentu bisa seperti nasibku sekarang ini... Alhamdulillah ya Allah....

Kesetiaan seorang teman...

Bicara soal kesetiaan membuat hati dan otakku males merasa dan berpikir.
Nggak ada motivasi lagi untuk percaya akan kesetiaan...

Luka memang meninggalkan bekas dan yang namanya sebuah bekas dijamin tidak akan bisa hilang. Bekas selalu mengingatkan akan sesuatu yang menyebabkan luka tersebut. Dengan teringat akan hal itu maka serasa hati tidak akan percaya lagi akan adanya kesetiaan.

INI SOAL KEPERCAYAAN Bro...!!!! Sulit aku percaya, mungkin butuh waktu lama....!!!

Seorang teman punya hak untuk memilih teman mana yang akan dia pilih. Namun, dalam pertemanan haruslah ada kesetiaan. Tidak harus menikam dari belakang atau bahkan menikam sekaligus dari depan. Tikaman yang membekas dan suatu waktu akan muncul di ingatan akan luka itu yang seringkali membuat SAKIT.

Mungkin dengan ikhlash, menerima dilukai teman atau orang lain itu yang bisa membuat hati bisa legowo.
Biarlah kita kemarin atau saat ini dilukai orang lain atau teman, yang penting kita masih bisa berjalan disetapak yang baru yang dianugerahi-Nya. Biarlah hati merasa sakit, tapi cukuplah merasa sakit. Biarlah hati yang lain merasakan kebahagiaan dan kesenangan akan sakitnya kita.

Aku masih belajar dan akan terus belajar IKHLASH...

Kehangatan sebuah keluarga...
Yang satu ini praktis tidak bisa aku nikmati lagi saat ini. Keluarga yang hangat dengan tawa keponakan-keponakan yang lucu dan nakal menghangatkan satu sisi hati. Seringkali aku kangen dengan keponakan-keponakan tercintaku... Mereka mencitai secara lugu dan polos. SEPENUHNYA SAYANG... Tidak ada hitung-hitungan sifat, harta atau rupa... Mereka mencintai meski seringkali sifatku ke mereka Galak. Mereka mencintai meski awal bulan aku tidak bisa membelikan ice cream atau mainan. Mereka tetap mencintai meski wajah sudah berubah dengan berpuluh-puluh jahitan menghiasi.... Bagiku cinta itulah yang tulus.....
Kehangatan Cinta yang Hilang....

Ada sebuah istilah di dunia per"komputer"an... yaitu istilah REFRESH.....
Mungkin inilah jalan keluar dari semua ini....
OTAK-Ku harus di "F5"........

Hilangkan kejenuhan dan TETAP SEMANGAT....

Bandung, 18 November 2006

Labels:

posted by adhi @ 11/18/2006 09:41:00 PM   1 comments
Saturday, July 08, 2006
"Ya...Humaira..." "Wahai yang Kemerahan....."

"Ya...Humaira..."
"Wahai yang Kemerahan....."

Panggilan sayang yang dialamatkan Rasulullah S.A.W. kepada Istri tercinta beliau Siti Aisyah R.A yang memang memiliki rona kemerahan di pipi beliau (Siti Aisyah R.A).

Seorang Rasullulah pribadi yang teramat agung itu memberikan Julukan/Laqab kepada seorang wanita yang dicintai-nya dengan nama yang begitu Indah dan punya makna kemesraan, penghargaan atau pemuliaan dari seorang suami kepada istrinya.
Memang seorang wanita begitu teramat banyak sisi keindahan yang bisa meneduhkan pandangan dan menyejukan jiwa seorang anak manusia bahkan seorang utusan nan mulia.
Keindahan seorang wanita akan sangat berharga dan bermakna kesucian apabila timbul dari dasar hati yang paling dalam dengan jujur dan tanpa direkayasa. Dari sana muncullah yang dinamakan Inner Beauty yang tampak dipermukaan pribadi seorang wanita yang tidak bisa membohongi siapapun akan kebenaran pribadi wanita itu sendiri.
Seperti halnya pribadi Ibu Siti Aisyah R.A yang dalam sejarah Islam digambarkan begitu Indahnya dengan warna rona pipi yang kemerahan. Sejatinya itu muncul dari dasar kejujuran hati dan pribadi yang teramat mulia pun agung. Subhanallah.... Indah nian engkau wanita...
Pribadi nan mulia dan agung sepenuhnya terbentuk dari akhlaq yang mulia pula. Akhlaq wanita bagi kaum adam adalah pilihan nomor wahid untuk dipilih. Dengan akhlaq mulia (Inner Beauty) muncul penampakan luar yang merona tak bisa mendusta dan mampu menciptakan keindahan yang sempurna.
Ya...Humaira....Wahai yang kemerahan.... Indah nian ciptaan Tuhan yang Maha Indah....

Labels: ,

posted by adhi @ 7/08/2006 12:43:00 AM   1 comments
 
About Me


Name: adhi
Home:
About Me:
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links
Template by
Free Blogger Templates